02 Feb 2016

CEO Messages

Salam,

2015 merupakan tahun yang produktif bagi GMT, meskipun tantangan kerja dan bisnis tidak kalah sulitnya.

Kita berangkat langkah demi langkah demi membangun strategi dan fokus pada bidang yang menurut anggapan kita akan memiliki dampak terbesar bagi kemajuan kita semua,  sebagai individu, sebagai professional, sebagai pebisnis, sebagai perusahaan, sebagai investor.

Kita menajamkan visi kita menjadi :

  • perusahaan manajemen properti profesional yang paling dapat diandalkan, dengan prioritas memberikan kualitas layanan untuk kepuasan penuh pemilik dan penyewa; dan
  • perusahaan manajemen yang profesional, yang dilengkapi dengan sistem bisnis, sistem informasi terpadu dan efektif.

Kita juga memfokuskan misi kita untuk :

  • menyediakan sistem manajemen properti terpadu, yang didukung oleh perangkat lunak yang efektif, SDM terlatih dan teknologi inovatif; dan
  • memberikan prioritas untuk mengembangkan sistem layanan terbaik bagi para pelanggan, melalui program bernilai tambah, pengawasan terus menerus oleh kantor pusat serta melakukan program pelatihan reguler untuk manajer dan staf fungsional di bidang manajemen properti.

Di tahun 2015, kita membuat kemajuan yang solid atas prioritas-prioritas dimaksud, yang konkritnya dapat saya rangkum di sini :

  1. Pengukuhan kembali ISO 9001 : 2008 untuk ke delapan kali
  2. Diversifikasi produk pelayanan pengelolaan hotel
  3. Pekerjaan konsultasi dan pendampingan komersial bandara
  4. Pelatihan pengelolaan Pasar Rakyat, GMT Institut bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan yang berkelanjutan

Hasil-hasil tersebut berada dalam tujuan kinerja jangka pendek kita, sehingga membuat kita merasa optimis menempuh jalur yang bisa terus menciptakan kemajuan berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi kita semua, termasuk para pemegang saham.

Kita mungkin bangga mencatatkan keberhasilan menyeimbangkan kepentingan semua pemangku kepentingan kita. Kita merasa memiliki dasar yang kuat dan berkembang, bahwa kita telah membangun keberhasilan di atas integritas, kepercayaan dan perilaku yang etis.

Namun demikian kita perlu mengingatkan diri kita dengan pertanyaan-pertanyaan berikut, agar optimisme kita tetap bertopang tidak kepada entah, sehingga  semua energi kita ada dasarnya, fokus dan resourceful.

  1. Seberapa bertahan capaian positif GMT jangka pendek terhadap jangka menengah dan panjang ?
  2. Seberapa besar ranking kita di antara perusahaan atau bisnis sejenis ?
  3. Seberapa kuat rasio-rasio bisnis yang bisa kita andalkan ?
  4. Seberapa berdaya kita menjamin nilai tambah bagi para pemangku kepentingan kita ?
  5. Seberapa kuat kita bisa memastikan pemenuhan tanggung jawab kita kepada para pelanggan ?

Bagi saya, 2016 dan selanjutnya ke depan, kita perlu menyiapkan landasan yang lebih luas, besar dan kuat untuk kegemilangan GMT, terutama dalam aspek “EKSEKUSI” --saya menuliskannya di antara tanda petik ganda dan huruf kapital.

Kepemimpinan menghadapi kesenjangan yang besar antara tujuan yang ditetapkan dengan hasil aktual yang dicapai. Fenomena ini bukan kegagalan dalam merencanakan, melainkan kegagalan untuk mengeksekusi.

Sebuah artikel Harvard Business Review, menemukan bahwa kesenjangan eksekusi bertanggung jawab untuk kerugian hampir 40% nilai keuangan perusahaan. Alasan utama mengapa kesenjangan eksekusi terjadi karena :

  • 95% dari pegawai tidak mengerti tujuan perusahaan;
  • 86% dari pegawai tidak termotivasi;
  • 84% dari perusahaan tidak memaksimalkan potensi pegawainya; dan
  • 50% dari kompetensi pegawai terbuang.

 

Penyebab kesenjangan eksekusi dengan demikian adalah :

 

MASALAH ORANG !

GMT tidak menjadi besar karena menetapkan tujuan yang besar. GMT akan menjadi menjadi besar karena kepemimpinan di GMT yang besar untuk menginspirasi dan memotivasi kita semua untuk mendapatkan hal-hal besar. Setiap tahun, GMT menghabiskan biaya pada berbagai upaya pelatihan kinerja dan inisiatif manajemen yang ditujukan untuk mencoba menutup kesenjangan eksekusi. Sayangnya, program ini menemukan sedikit atau bahkan sama sekali tidak berhasil, karena mungkin terlalu berfokus pada serangkaian tantangan yang keliru.

Tantangan GMT yang sebenarnya adalah untuk benar-benar memahami sifat dari kesenjangan eksekusi bisnis, yakni multidimensi berkenaan dengan SDM. Saya membaginya menjadi 3 hal :

 

Pertama, Perilaku.

Kesenjangan pertama adalah kurangnya fokus pada perilaku organisasi. Sebagian besar upaya kita berfokus terlalu banyak kepada tujuan kinerja dan hasil. Memang, tujuan kinerja dapat kongkrit diukur dan dimonitor, tetapi mereka dipengaruhi oleh sisi sangat lembut dari perilaku, yang jauh lebih sulit untuk diukur, dikelola, dan dipantau. Jika GMT mampu berfokus pada kepemimpinan dan SDM dengan menilai, memantau, dan memelihara perilaku dalam memperlakukan bisnis, maka hasil kerja akan meningkat eksponensial. Perilaku dimaksud di antaranya :

  • Mengelola gagasan-gagasan baik yang dapat disumbangkan bagi kemajuan GMT di antara rutinitas dan kesibukan kerja;
  • Mengembangkan diri di dunia media tekonologi informasi dan konvergen, yang seharusnya yang seharusnya menjadi moda kerja unggulan dalam  membangun metode kerja, SOP, reminder outstanding pekerjaan, jadwal atau skedul di GMT;
  • Membangun basis data yang kuat yang dilengkapi dengan pengetahuan berbagai query yang khas yang dapat menggambarkan peluang bagi bisnis GMT;

 

Kedua, Kebiasaan

Kesenjangan kedua terjadi ketika GMT tidak menciptakan peluang bagi SDM -nya untuk mengubah cara berpikir, berperilaku dan keterampilan yang cocok bagi kemajuan GMT ke dalam kebiasaan. Hal ini tidak cukup semata-mata untuk mengetahui apa yang harus dilakukan. Kita harus benar-benar melakukan apa yang kita tahu, melakukannya dengan baik, dan melakukannya berulang-ulang sampai menjadi kebiasaan. Para maestro, atlet, artis, atau pemain musik besar akan memberitahu kita bahwa mereka bergantung setia pada pepatah : practice makes perfect. Jika kepemimpinan GMT berkomitmen untuk meluangkan waktu membantu para manajer dan pegawainya menumbuhkan kebiasaan dari perilaku dan kepemimpinan positifnya, maka peningkatan yang solid dalam kinerja hanyalah soal waktu.

 

Ketiga, Komunitas

Kesenjangan ketiga terjadi ketika GMT tidak membentuk komunitas yang nyaman  untuk mempraktekkan atau berlatih kebiasaan perilaku positif bersama-sama. Hasil pengembangan kepemimpinan dapat ditingkatkan, ketika individu mempraktekkan kompetensi dan keterampilannya, dengan partisipasi aktif dan umpan balik dari orang lain. Manusia diperkaya oleh alam dan sosial dengan lebih banyak kepercayaan, konflik yang positif, umpan balik, pengakuan, bimbingan, dan akuntabilitasnya dalam praktek memasyarakat.

Secara diagram bisa digambarkan sebagai berikut:

Sebagai awalan mengeksekusi serta melanjutkan rencana-rencana besar kita, sehingga menjadi hasil konkrit yang bisa kita nikmati bersama, manajemen GMT dengan ini mempersembahkan ‘Kredo Pribadi GMT’, yang akan kita biasakan dalam berperilaku di GMT yang kurang lebihnya sebagai berikut:

  1. Kehormatan GMT adalah kehormatan saya.
  2. Saya senantiasa menjaga nama baik pribadi, rekan kerja, dan pimpinan
  3. Saya berpikir dengan bebas demi kemajuan GMT, namun tetap santun dalam menyampaikannya secara lisan maupun tulisan.
  4. Saya menjunjung tinggi privasi dan senantiasa mengedepankan sikap toleran terhadap rekan kerja dan pimpinan.
  5. Saya percaya bahwa umpan balik yang positif berasal dari cara berkomunikasi saya yang fleksibel.
  6. Saya terus menabung dan berinvestasi dengan hati-hati sebagai tanda saya menghargai jerih payah saya membangun masa depan saya yang lebih baik.
  7. Saya terus berupaya menjadi orang produktif dengan berpikir dan membicarakan gagasan-gagasan yang memudahkan pribadi dan keprofesionalan saya, dan sangat menghindari menjadi orang sia-sia dengan berpikir dan membicarakan orang lain, bergunjing atau bergosip.
  8. Saya terus mengembangkan rasa ingin tahu positif yang menjadikan kerja saya menjadi lebih mudah, cepat dan berbiaya rendah; dan menghindari rasa ingin tahu berlebihan tentang privasi rekan kerja dan pimpinan yang cenderung negatif.
  9. Saya menghormati kesepakatan atau program yang dihasilkan rapat, tim, maupun perusahaan, serta peduli dan menjalankan tugas yang menjadi bagian saya sebagaimana diamanatkan rapat, tim atau perusahaan.
  10. Saya menghormati jenjang kepemimpinan di GMT, dengan tidak berusaha melompati wewenang atasan langsung dan memperhatikan hierarki kepemimpinan yang mengefektifkan pelaksanaan tugas, fungsi, wewenang dan kewajiban saya.
  11. Saya menomorsatukan untuk menjalankan tugas saya, namun selalu peduli untuk membantu rekan kerja yang membutuhkan bantuan demi kelancaran dan kemajuan bisnis GMT.
  12. Saya menghindari untuk berkonflik dengan rekan dan pimpinan, dan senantiasa mengedepankan sikap musyawarah dalam menghadapi tantangan dan hambatan kerja.
  13. Saya memperlakukan tamu, kolega, pelanggan dengan baik dan hormat, karena orang lain akan menjadi keuntungan atau kerugian, tergantung saya memperlakukannya.
  14. Saya patuh dan mengikuti model dan standar yang telah ditetapkan di GMT, dan aktif mengusulkan serta menyusun model dan standar yang belum ada di GMT.
  15. Saya mencontoh teladan serta profesional yang baik, dan mencontohkan kebaikan dan keprofesionalan saya.
  16. Saya menjaga kebersihan dan kerapihan badan, pakaian, kendaraan, meja kerja, area kantor dan lingkungan kerja saya.

Selamat Tahun Baru 2016

Sukses dan bahagia itu pilihan, mari mencapai kesejahteraan pribadi dan perusahaan melalui teknologi

 

Jakarta, 16 Januari 2016

 

 

 

Fransiscus Go

CEO

Blog Categories: 

Visitors

  • Total Visitors: 247940