• Seminar "Membangun Kedaulatan Cyber Nasional Dalam Kancah Global" oleh Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI XLIX (IKAL 49) Hotel Millenium, March 16th 2015

  • “Soft Opening Kantin Koperasi Primer Lemhannas RI, @ Kebon Sirih, Jan, 7th 2015”

  • "Seminar : Percepatan, Pemetaan, Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Indonesia", KADIN dan IKAL 49, Des 2nd 2014 @ Aryaduta Hotel, Jakarta

  • Focus Discussion Group II "Problematika Tenaga Kerja Di Indonesia Antara Aset atau Beban Pembangunan?" 3 April 2014 bid. Tenaga Kerja KADIN Indonesia

  • Focus Group Discussion "Peningkatan Kualitas dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri" 20 Maret 2014 bid. Tenaga Kerja KADIN Indonesia

  • 21-26 Juli 2012, SSDN Bengkulu, PPRA XLIX, LEMHANNAS RI 2013

  • Studi Strategis Dalam Negri, Bengkulu

  • Annual meeting 2013

  • Pelatihan IMEBS (Institute of Mechanical Electrical for Building Services)

23 Oct 2014

MENGAKHIRI ERA TENAGA KERJA MURAH (September, 2014)

Oleh : Ir. Fransiscus Go, S.H 

Persoalan upah Tenaga Kerja menjadi isu dan perbincangan hangat setiap tahun, seiring dengan pengumuman penetapan kenaikan upah minimum oleh Pemerintah. Kondisi yang  selalu berulang terjadi dan tanpa penyelesaian yang tuntas dan seringkali menimbulkan perdebatan panjang. Polemik yang terjadi menyangkut kepantasan atas kenaikan besaran upah yang secara tripatrit telah disepakati, namun tidak secara substansial menyentuh pokok persoalan, yaitu apakah kenaikan tersebut cukup dan layak untuk kehidupan seorang tenaga kerja di Indonesia. Nuansa politik berbalut motif ekonomi mengiringi setiap keputusan terkait upah minimum yang ditetapkan. Padahal, disadari atau tidak, kenaikan setiap tahun tersebut menjadi tidak terlalu berarti, karena diiringi pula dengan inflasi, kenaikan biaya listrik dan BBM yang biasanya mendahului keputusan yang ada. Dengan demikian, berapapun kenaikan upah yang terjadi, tidak banyak memberikan manfaat langsung bagi kehidupan tenaga kerja (buruh).

Pages

Visitors

  • Total Visitors: 247968